Perencanaan Pembuatan Media Pembelajaran

PERENCANAAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN

OLEH

Susanto SHI, S.AP.

(Kordinator Tata Usaha dan Guru Mata Pelajaran Tekinkom SMP Negeri 2 OKU,

juga Tutor Program S1 PGSD Pokjar Baturaja Ogan Komering Ulu)

Pendahuluan

Banyak para pendidik membuat media pembelajaran tanpa perencanaan dan hanya mengandalkan intuisinya saja, sehingga media yang dihasilkan tidak mendukung pembelajaran, tidak menarik dan tidak efektif.

Perencanaan pembuatan media pembelajaran meliputi : 1) Perencanaan umum, 2) Perencanaan visual, 3) Pengaturan tata letak.

1. Perencanaan umum

Perencanaan umum meliputi :

1) Perencanaan dan kreatifitas.

- Perencanaan  menghendaki prosedur perencanaan yang terstruktur yang membutuhkan pengorganisasian, memperhatikan urutan yang logis, dan ingtegritas terhadap keutuhan pesan.

- Kreatifitas menghendaki alur ide dan ekspresi yang bebas dan tak terstruktur yang dihasilkan oleh berpikir kreatif dan mengacu pada masalah yang timbul selama pengembangan media berlangsung.

2) Mulai dengan kegunaan atau ide yang berhubungan dengan kebutuhan suatu kelompok siswa.

3) Memotivasi, memberi informasi atau mengajarkan sesuatu.

- Untuk rencana memotivasi siswa maka digunakan teknik dramatis dan menghibur sehingga mempengaruhi sikap, nilai dan emosi siswa.

- Untuk memberi informasi maka isi dan bentuknya bersifat umum, merupakan pendahuluan, overview, laporan atau latar belakang suatu pengetahuan yang dipresenasikan sebelum pelajaran dimulai.

- Untuk mengajarkan sesuatu maka isi dan bentuknya lebih sistematis, psikologis dan memperhatikan prisnsip-prinsip belajar.

4) Mengembangkan tujuan

a) kognitif (yang berhubungan dengan pengetahuan dan informasi)

b) afektif (yang berhubungan dengan sikap, apresiasi dan nilai)

c) psikomotorik (yang berhubungan dengan keterampilan)

Kegunaan memformulasi tujuan adalah : a) menyediakan petunjuk yang jelas apa yang harus dimuat dan ke mana arah suatu presentasi, b) sebagai acuan membuat tes agar apa yang telah dirumuskan dapat diukur dengan tepat.

5) Mempertimbangkan audience (objek sasaran, usia, tingkat pendidikan, pengetahuan, keterampilan, sikap, konteks budaya, perbedaan individual)

6) Membuat outline (garis kerangka)

7) Bekerja dalam tim (terdiri dari berbagai keahlian)

2. Perencanaan visual

Perencanaan visual meliputi :

1) Elemen

Elemen dalam suatu media terdiri dari elemen visual (gambar) dan elemen verbal (kata-kata/kalimat).

Ada 3 kategori bentuk visual yaitu :

a)       Realistik, maksudnya visualisasi menunjukkan objek yang sebenarnya (contoh Foto dari suatu benda yang menunjukkan aslinya),

b)       Analogik, maksudnya visualisasi menunjukkan sesuatu yang lain yang mempunyai kesamaan dengan benda aslinya (contoh Aliran air di dalam plastik yang transparan untuk memvisualisasikan arus listrik),

c)       Organisasional, maksudnya visualisasi menunjukkan hubungan beberapa hal yang divisualkan (contoh Bagan Organisasi).

Elemen verbal dipergunakan sebagai pelengkap elemen visual. Penggunaan elemen verbal haruslah mempertimbangkan hal-hal sbb :

a)       Bentuk huruf harus konsisten dan harmonis dengan elemen visual,

b)       Jumlah bentuk huruf tidak terlalu banyak tetapi disesuaikan dengan elemen visualnya ( 2-4 bentuk saja). Lebih baik menggunakan garis bawah atau cetak tebal daripada variasi huruf yang tidak harmonis.

c)       Huruf besar atau kecil sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan,

d)       Warna huruf hendaklah kontras dengan warna latarnya,

e)       Ukuran huruf, jarak dan spasi disesuaikan kira-kira jarak pandang pembacanya.

Elemen tambahan sebagai penambah daya tarik antara lain :

a)       Kejutan, yaitu memberi sesuatu yang tidak biasa misalnya warna yang tidak populer, bentuk yang tidak biasa dan lain-lain,

b)       Tekstur, yaitu variasi tambahan misalnya menempelkan objek 3 dimensi sebagai gambar elemen tertentu (contoh : kapas sebagai pengganti awan),

c)       Interaksi, yaitu sesuatu yang dapat memancing partisipasi audience misalnya disediakan pertanyaan atau gambar yang boleh dipindahkan susunannya.

2) Pola

Pola merupakan ide penampakan keseluruhan elemen-elemen ke arah mana mata audience hendak dibawa. Penampakan ini dipengaruhi oleh setidaknya 5 hal, yaitu :

a)       Kelurusan letak elemen-elemen utama sehingga tampak jelas hubungan masing-masing elemen.

b)       Bentuk yang sudah dikenal untuk membantu penempatan visual, seperti figur geometris berupa segitiga atau lingkaran, huruf O atau T atau S sebagai bentuk dasar gambar, aturan tiga-tiga (yaitu elemen-elemen disusun berdasarkan pembagian permukaan display menjadi sepertiga-sepertiga/horizontal dan vertikal dibagi tiga bagian). (contoh gambar lihat BMP IDIK4403, 2009, hlm 2.22  s.d  2.23).

c)       Keseimbangan tata letak elemen, misalnya untuk penyebaran elemen dalam suatu wilayah dapat digunakn model asimetris atau keseimbangan informal. (contoh gambar lihat BMP IDIK4403, 2009, hlm 2.22  s.d  2.23).

d)       Gaya disain yang disesuaikan dengan tingkat usia dan susana audience, misalnya SD gaya disainnya bersifat populer/informal/dominan unsur menyenangkan.

e)       Warna yang kontras dan harmonis.

3. Pengaturan tata letak

Pengaturan tata letak meliputi :

1) Kedekatan, yaitu mendekatkan elemen-elemen yang mempunyai hubungan lebih dekat, dan menjauhkan elemen-elemen yang memounyai hubungan tidak terlalu dekat,

2) Arah, yaitu memberikan tanda arah pandang dari mana ke mana objek harus dilihat.

3) Konsistensi, yaitu membuat formasi yang mantap bila display terdiri dari beberapa bagian, misalnya letak judul, gambar utama, dan narasi jangan berubah-ubah.

Penutup

Cobalah membuat satu atau beberapa media dengan membuat perencanaannya terlebih dahulu seperti yang telah diuraikan diatas.

RUJUKAN

Denny Setiawan, dkk., Komputer dan Media Pembelajaran, Edisi 1, Universitas Terbuka.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.