Tumbuhan Sebagai Media Sederhana

TUMBUHAN SEBAGAI MEDIA SEDERHANA

OLEH

Susanto SHI, S.AP.

(Kordinator Tata Usaha dan Guru Mata Pelajaran Tekinkom SMP Negeri 2 OKU,

juga Tutor Program S1 PGSD Pokjar Baturaja Ogan Komering Ulu)

Pendahuluan

Sebelum saya membahas tumbuhan sebagai media pembelajaran sederhana, maka saya akan menjelaskan dulu mengenai media sederhana. Media sederhana merupakan media yang mudah didapat atau dibuat dan akrab dengan lingkungan dimana terjadi proses pembelajaran. Alasan perlunya pengembangan media sederhana diantaranya ialah :

1) keyakinan bahwa penggunaan media  yang sesuai dengan materi  pelajaran dan karakteristik anak didik mampu memberikan suatu pengalaman baru yang bisa mengubah perilaku (pengetahuan, nilai-nilai atau suatu kecakapan/keterampilan) melalui aktivitas kejiwaan sendiri,

2) optimalisasi pancaindera anak dalam belajar,

3) mampu merangsang imajinasi anak dan memberikan kesan yang dalam jika diciptakan dan digunakan secara seimbang dan sesuai dengan materi pelajaran,

4) mudah, efektif dan akrab dengan lingkungan

Dengan penggunaan media maka kemampuan siswa menguasai pelajaran tidak hanya diukur dari kesanggupannya menghafal materi yang pernah diberikan, tetapi siswa diarahkan untuk dapat berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliknya.

Potensi tumbuhan sebagai media sederhana

– Tumbuhan hidup di sekitar kita

– Tumbuhan bermanfaat dalam menjaga dan melestarikan kelangsungan hidup kita

– Tumbuhan sebagai sumber kehidupan harus dipelihara dan dillestarikan

– Tumbuhan dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai peristiwa alam

Alasan penggunaan tumbuhan sebagai media sederhana

– Pengintegrasian materi lokal dengan mengoptimalkan potensi dan sumber belajar di sekitarnya

– Meningkatkan daya tarik mata pelajaran IPA

– Peningkatan kesadaran tentang lingkungan hidup yang sehat

– Pengenalan dan penghargaan adanya berbagai keanekaragaman sumber daya alam hayati di Indonesia

– Meningkatkan kreatifitas dan imajinatif anak didik

Pemanfaatan tumbuhan sebagai media sederhana dalam pembelajaran

1. Tumbuhan digunakan untuk menjelaskan proses perkembangbiakan tumbuhan, misalnya :

1) Perkembangbiakan vegetatif alami, contohnya :

– akar tinggal, yaitu akar yang bentuknya seperti batang, tumbuh mendatar di dalam tanah, memiliki buku-buku yang terdapat tunas diatasnya (à kencur, alang-alang, lengkuas, kunyit, jahe),

– tunas batang, yaitu bagian batang tumbuhan yang terdapat di dalam tanah yang tumbuh membentuk individu baru (à bambu, pisang, tebu),

– tunas adventif, yaitu bagian tunas yang tumbuh pada daun dan akar (à cocor bebek, bunga wijaya kusuma, sukun, cemara),

– umbi batang, yaitu batang yang tumbuh di dalam tanah yang berubah fungsi menjadi tempat penyimpanan makanan cadangan, diantara lekukannya tumbuh mata tunas yang kemudian menjadi indivdu baru (à wortel, kentng),

– umbi lapis, yaitu ruas-ruas batang yang rapat dan berlapis, di bagian tengahnya tumbuh tunas yang kemudian menjadi individu baru (à bawang merah. Bawang bombai),

– geragih, yaitu batang tanaman yang menjalar diatas tanah, terdapat buku-buku yang menumbuhkan mata tunas ke atas dan akar ke bawah (à rumput, tanaman arbei/srawberry),

– spora, yaitu biji yang sangat kecil di tepi daun yang hanya dapat terlihat jelas dengan menggunakan mikroskop (à tumbuhan paku, lumut, jamur).

2) Perkembangbiakan vegetatif buatan, contohnya :

– stek, yaitu bagian dari batang atau daun, biasanya bagian batang yang cukup tua (à ketela pohon, ketela rambat, tebu, kembang sepatu, kangkung),

– cangkok, yaitu melukai lapisan kulit pada batang berkayu/berkambium, ditutup dengan tanah dan dibungkus dengan sabut kelapa (à jeruk, belimbing, rambutan, soka, bogenvil),

– enten, yaitu menyambung tanaman yang sejenis tetapi berbeda sifatnya dengan cara membelah bagian yang akan disambung dan diupayakan tidak kering kambiumnya (à pohon mangga berdaging tebal tetapi tidak manis dengan pohon mangga berdaging tipis tetapi manis),

– merunduk, yaitu membengkokkan dan membenamkan sebagian batang tanaman ke dalam tanah, setelah tumbuh individu baru maka dapat dipisahkan dari induknya (à tumbuhan yang lentur),

– menempel (okulasi), yaitu menempelkan kulit yang mengandung bakal tunas  dari satu pohon pada sayatan di pohon lain.

Sesuai dengan topiknya tumbuhan sebagai media sederhana, maka perkembangbiakan generatif tidak digolongkan sederhana, karena pertimbangan ekonomi yang cukup mahal.

2. Tumbuhan digunakan untuk menjelaskan terjadinya polusi dan perusakan lingkungan, misalnya :

– untuk menyelidiki polusi (yaitu polusi debu biasanya melekat pada daun)

– untuk menguji keasaman yang dapat mematikan tumbuhan dan mematikan makhluk hidup (yaitu tumbuhan yang disiram dengan cairan mengandung asam maka semakin tinggi keasaman semakin kurus dan mati tumbuhan tersebut).

Penutup

Tumbuhan dapat dijadikan sebagai sumber belajar yang tak terbatas untuk menjelaskan berbagai fenomena dan peristiwa alam yang terjadi.

RUJUKAN

Denny Setiawan, dkk., Komputer dan Media Pembelajaran, Edisi 1, Universitas Terbuka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s